Entry: Genap 10 Bulan Tuesday, September 09, 2008



Created With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.com     Created With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.com     Created With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.comCreated With MySpace Glitter Text Generator at www.freeglittergraphics.com




10 bulan yang berat untukku sebagai seorang Ibu menemaninya, pasti juga untuk putraku. Dari awal bulan,  pengasuh yang baru saja sebulan menemani dan berkenalan dengan putraku harus pulang dikarenakan ibunya sakit. ini berimbas ke kehidupan keluargaku, aku ga punya pengasuh yang menjaga putraku saat aku sedang bekerja. Alhamdulillah aku punya seorang tetangga yang baik, yang bersedia menjaga anakku saat aku bekerja, putraku pun sudah dekat dengan beliau, walaupun putraku susah untuk bersama orang lain tapi bersama bude(panggilan ke tetanggaku) dan keluarganya ia sangat dekat dan merasa nyaman.

2 hari, aku ajak ke kantor, yang hasilnya aku tidak dapat melakukan apa-apa selain mengurus putraku karena suasana kantor sangat tidak nyaman bagi anak kecil apalagi seorang bayi. Akhirnya 4 hari aku titipkan putraku ke tetanggaku.

Karena putraku mudah sekali stres ditambah dia punya alergi, penyesuaiannya dengan pengasuh baru saja sudah membuat dia stres maka akibatnya awal bulan di usia 9 bulan lebih, putraku terkena diare.

Pertengahan bulan aku menelpon ibuku untuk menjaga anakku sementara waktu setidaknya sampai pekerjaanku dikantor yang sedang dikejar deadline selesai. Alhamdulillah saat itu ibuku bisa dan alhamdulillah jg dapat pengasuh yang bisa dibawa ke Bandung.

Sepekan berlalu, putraku harus menyesuaikan lagi dengan pengasuh barunya, meski ditemani oleh ibuku tapi tetap saja putraku stres. Ibu juga banyak tugas yang menanti di jawa akhirnya Ibu pulang karena dipikir sudah ada pengasuh.

Tak disangka, pengasuh yang ini sangat-sangat tidak sopan dan berani melawan, akhirnya aku hanya bs bersabar, aku pikir setidaknya sampai lebaran, sesudah itu aku tidak mau lagi memeakai pengasuh kurang ajar ini, pekerjaan rumah banyak yang aku selesaikan sendiri, sementara pengasuh itu bisanya cuma mengeluh dan tidur. Masya Allah.....

Akibat pengasuh yang seperti itu putraku di pertengahan bulan kena muntaber.....Robbana....apalagi cobaan yang Engkau berikan kepada keluargaku. Berilah hamba kesabaran ya Robb.

Setelah malamnya putraku beberapa kali muntah-muntah dan diarea, paginya aku dan suami langsung membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, alhamdulillah putraku tidka dehidrasi. Hasil cek fasesnya juga diare hanya dikarenakan oleh virus tanpa bakteri yang jika virus itu menyerang orang dewasa tidak membahayakan dan tidak mendyebabkan diare. Tetapi sejak lahir memang putraku punya kelemahan dipencernaannya jadi begitulah akibatnya.

Dokter spesialis anak yang menagani putraku saat itu tidak memberikan anti biotik, hanya suplemen/nutrisi pencernaan untuk menguatkan pencernaan putraku saja.

Tiga hari berlalu, diare putraku tidak menunjukkan perubahan, hanya frekunsinya saja yang sedikit berkurang. Tapi fesesnya masih cair. Akhirnya hari ketiga aku dan suami membawanya lagi ke rumah sakit yang sama. Dokter specialis anak yang kebetulan temanku akhirnya menyarankan untuk cek feses lagi. Tapi aku tidak tega untuk mengambil feses anakku secara paksa, akhirnya suamiku minta tolong dokter specialis anak temanku itu untuk mengambil feses putraku dengan menggunakan alat.

Setelah 1 jam menunggu di laboratorium cek feses putraku, akhirnya keluar hasilnya : laktosa : POSITIVE, lemak : POSITIVE yang lain-lainnya alhamdulillah : NEGATIVE. Masih tidak ditemukan bakteri, hanya virus yang tidak membahayakan.

Akhirnya suamiku meminta dokter specialis anak temenku itu untuk memberi resep obat paten, karena diare putraku sudah masuk hari ke 4. Saat itu memang dikasih anti biotik. Tapi susah sekali memberi obat ke putraku, selain memang sedang sakit, dia memang tau rasa obat yang kurang enak. Ditambah memang makannya putraku sedikit susah.

Saat pertama kali kena muntaber itu, aku langsung telpon ibuku untuk datang lagi menemani cucunya karena aku sudah terlanjur menerima tawaran mengajar dan pekan itu aku harus sudah mulai mengajar. Disamping itu aku sangat-sangat khawatir anakku diasuh oleh pengasuh yang kurang ajar itu, apalagi dirumah tidak ada siapa-siapa, sementara tetangga hanya bisa mengawasi dari jauh dan tidak setiap saat, Alhamdulillah, Ibu bisa datang lagi. Dan ternyata, baru aku tau memang pengasuh itu orangnya agak kurang waras, deuh ya Rob..... teledor sekali yaaa yang nyariin pengasuh itu. Alhamdulillahnya putraku tidak pernah ditinggal sendirian dengan pengasuh stres itu.

Tadinya setelah putraku sembuh aku akan minta ibu membawa pulang pengasuh itu, biarlah putraku sementara aku bawa ke kantor atau aku titipkan ke tetangga, daripa diasuh oleh orang yang stres dan kurang ajar. Tapi, dasar orang kurang waras, dia kabur tanpa sepengetahuanku. MasyaAllah... ada -ada aja. Untung orang tuaku tau tempat tinggalnya dikampung, akhirnya besoknya Bapakku ricek ke rumahnya apakah sudah sampai rumah apa belum. Alhamdulillah sudah sampai, jadi aku tidak punya tanggung jawab lagi terhadap pengasuh itu.

Setelah kejadian itu aku baru sadar, ternyata putraku sakit bukan karena apa-apa tetapi lebih kepada stres. Pertama ganti-ganti pengasuh, baru saja menyesuaikan dengan pengasuh baru sudah ganti lagi dengan orang lain dan pengasuh lain. Ditambah pengasuh baru orangnya tidak telaten dan teledor, lebih-lebih saat diasuh oleh pengsuh yang stres, tambah deh putraku ikut stres jadi kena deh pencernaannya.

Ya Rob, setelah kejadian-kejadian itu, hamba hanya memohon kepada-Mu, lindungilah putraku, amanah dari-Mu, seorang anak yang memang telah Engkau titipkan kepada keluarga kami. Jauhkan dari segala macam marabahaya, lindungilah dari segala macam penyakit, dan selamatkanlah dunia dan akhiratnya. Amin.

Tepat diusia 10 bulan, alhamdulillah setelah 10 hari berjuang dengan stres dan diarenya, putraku berangsur sembuh. BABnya sudah mulai bagus, nafsu makannya juga sudah mulai baik.

Karena Ibuku punya tanggung jawab di rumah, akhirnya satu-satunya pilihan adalah puntraku dititpkan ke tetangga, karena pengasuh baru belum tentu sebaik dengan tetangga. Paling tidak selama bulan ramadhan ini. Setelah lebaran mudah-mudahan putraku sudah bisa jalan, dan pekerjaanku dikantorpun tidak sesibuk sekarang. Jadi nanti putraku bisa aku ajak kekantor.

Putraku sayang... hari ini usiamu sudah 10 bulan lebih 2 hari.... Bunda selalu mendoakanmu nak.... jadi anak yang sholeh ya nak ya.... anak yang sehat selalu anak yang bisa menjadi penyejuk mata Bunda dan Ayah, berguna untuk agama dan sesama, kelak jika engkau baca tulisan Bunda ini, mudah-mudahan engkau selalu ingat, kalau ayah dan bunda sayang Faras. Cepat besar ya nak......

Karena sakit, aku tidak banyak melihat kemajuan putraku, selain mulai senang berdiri pegangan dan mulai belajar berdiri tanpa pegangan dan merangkak sangat cepat. Mudah-mudahan kesedihan dibulan kemarin tidak akan pernah terulang lagi dibulan-bulan berikutnya. Dan mudah-mudahan bulan depan banyak cerita yang indah yang bisa aku tuliskan. Amin.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments