Iseng-iseng ingin nulis salah satu yang harus dijalani mau tak mau setelah menikah, yaitu hidup bermasyarakat. Benar-benar mandiri bermasyarakatnya. Karena sebelum menikah, kan biasanya masih dibantu/dibawah ortu jadi tidak secara "langsung" terlibat dalam kegiatan bermasyarakat.
Jadi begini ceritanya.....Secara keluarga kecil kami sejak awal tahun ini pindah rumah ("lagi....????!!!!") dan mengakhiri status kontraktor menjadi pemilik (alhamdulillah) meski "gubuk sederhana" tapi insyaAllah kami ingin menjadikannya seperti surga dan yang jelas mengurangi pengeluaran untuk membayar uang sewa. Otomatiskan secara mandiri kami syah menjadi warga baru di wilayah perkampungan di Cimahi Utara.
Nah....disini saya ingin menuliskan pengalaman selama 10 tahun (masih sampai sekarang) merantau di Bandung. Awal-awal karena masih berstatus sebagai mahasiswa dan anak kost jadi konsentrasi utama yaitu kuliah dan berkecamuk didalam kegiatan seputar kampus dan mahasiswa. Hidup bermasyarakatanya tidak begitu dihiraukan. Aparat desa dimana saya kost juga mengerti dengan anak-anak kos yang masih berstatus mahasiswa. Asal tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum mereka tidak meminta macam-macam. Dan biasanya yang melaporkan tentang data kami yaitu ibu-bapak kos karena kami menjadi tanggung jawab mereka. Jadi kami taunya ngekos ajah titik.
Selama 10 tahun ini kalau dihitung-hitung sudah ada 8 kali pindah tempat tinggal. Tidak setiap tahun. Paling lama ngontrak 2 tahun dan paling sebentar 3 bulan . Rata-rata ngontrak 1 tahun.
Pengalaman bermasyarakat dikota Bandung yang pertama dimulai saat butuh surat KK=Kartu Keluarga karena waktu itu ingin punya KTP Bandung. Wuihhhh ternyata belibet meskipun waktu itu sudah punya semangat 45 untuk ngurus sendiri segala sesuatunya. Tetapi karena kerja dan tempat kosnya jauh jadi terpaksa deh harus "nembak". Meski tetep aja ke pak RT dan pak RW nya yaaa harus sendiri. Baru di kelurahan mulai deh banyak aparat yang nyambi jadi "calo". Deuhhh Indonesia...Indonesia.....
Tapi tetep...smua prosedur saya taati, seperti harus ada surat pindah dll. Dan berapa uang yang harus saya keluarkan sodara-sodara???? Waktu itu masih tahun 2004 kurang lebih Rp. 150.000,- untuk selembar KK dan selembar KTP dalam waktu 2 minggu. Fantastik kan? Alasannya warga baru yang masuk Bandung=menjadi warga Bandung dikenai perda saya ga tau nominalnya berapa. Tapi ya segitu uang yang harus saya keluarkan, alasannya di kecamatan harus begini dan begitu harus ngasih bagian ini dan itu. Ga tau deh bener tidaknya. Saat itu status itu saya masih lajang alias belum menikah jadi yaaa ngurus sendiri (tidak dibantu siapapun).
Setelah menikah tahun 2006 pertama kali mengontrak kami mendatangi kepala RT dimana kami mengontrak, sebagai warga baru kan memang harus seperti itu etikanya. Disamping saat itu saya masih berjauhan dengan suami jadi suami pulang sepekan sekali. Otomatis dalam 5 hari 5 malam saya sendiri di rumah jadi suami saya secara tidak langsung menitipkan penjagaan keamanan saya sebagai istrinya kepada warga sekitar dibawah Pak RT.
Alhamdulillah aparat RT disitu baik-baik dan menjemput bola. Jadi apabila ada iuran atau kegiatan untuk RT kami didatangi. Pak RT nya juga baik, oleh karena itu mengapa kami masih "kekeuh" memiliki KTP ditempat situ dan belum ganti KTP ditempat baru.
Berbeda dengan tempat baru sekarang. Aparat RT serta kepala RT nya kurang simpatik dan kami dianggap warga yang menyepelekan pelaporan data ke RT. Waduh! Kok bisa? Padahal awal pindah suami sudah mendatangi rumah Pak RT alias permisi menjadi warga baru disitu, memang sihhh kami belum memberikan surat-surat seperti KTP dan KK karena awal pindah baru suami saja, sedang saya, masih cuti hamil dan melahirkan di rumah ortu, dan surat-surat sebagian dibawa sama saya.
Agar tidak berpanjang-panjang dicap sebagai warga yang kurang baik akhirnya akhir pekan kemarin kami sempatkan bersilaturahmi ke pak RT baru kami untuk klarifikasi bahwa kami sudah sering ke rumah pak RT salah satunya selain untuk bersilaturahmi yaaa untuk melaporkan diri bahwa kami warga baru dan ingin tau keadaan tempat tinggal kami yang baru situ, apakah aman, nyaman, sehat, dll. Soalnya kan orang yang harusnya tau tentang lingkungan sebuah perumahan/perkampungan kan Pak RT. Dan kami bukanlah orang yang menganggap sepele tentang etika lapor melapor sebagai warga karena kami itu orang rantau loooo dan dididik untuk tau etika sebagai warga rantau/warga baru.
Dirumah pak RT kami bertemu juga dengan humas RW yang ternyata masih saudara dengan Pak RT. Pak humas bilang bahwa disini banyak warga yang tidak lapor meski itu warga yang ngontrak jadi kami tidak akan bertanggung jawab jika rumah ibu-bapak ada apa-apa seperti pencurian dll. Karena ibu-bapak tersebut tidak lapor sebagai warga kami. Dan kami tidak akan mendatangi mereka karena mereka kan yang seharusnya datang ke kami untuk melapor jadi akan kami biarkan saja, dan jika meminta surat apapun juga tidak akan kami berikan. Istilah kerennya "Siape elo?"
Wah wah......ternyata aparat desa baik itu RT ato RW tempat kami tinggal sekarang memang begitu. Yaaaa memang sihhh ada benarnya. Aturannya memang sebagai warga yang harus sadar diri. Tetapi alangkah lebih baiknya kalo aparat desa juga bersikap simpatik untuk mendatangi keluarga tersebut. Kan kita ga pernah tau yaaa mengapa mereka tidak melapor. Mungkin saja kan mereka tidak/belum faham tentang aturan itu.
Saya jadi berkesimpulan apakah karena dikampung jadi orang masih bersikap, "ini lohh aku penguasa disini kamu yang butuh kamu yang orang baru kamu donk yang harusnya ngedatengi aku". Saya kira dulu yang punya pemikiran seperti itu malah orang-orang (aparat desa baik itu RT ato RW) yang tinggal didaerah perkotaan karena sikap individualisnya yang tinggi. Tetapi sekarang yang saya alami justru sebaliknya. Saat saya tinggal didaerah perkotaan justru aparat desa bersikap begitu simpatik bahkan saat saya masih jadi anak kos aparat RT nya yang dateng ke rumah kontrakkan kami untuk mendata kami.
Yaaa mungkin memang sudah berubah. Orang kota pemikirannya sudah berubah lebih baik tetapi orang kampung masih bersikap bahwa kami punya aturan dan harusnya kamu tau donk aturannya. Entahlah....Yang jelas sekarang kami mau tidak mau harus lebih bersikap hati-hati tinggal ditempat baru kami, baik itu dalam bersikap maupun bermasyarakat. Lebih lebih kepada tetangga kami. Karena tidak semua tetangga kami orang yang baik hati dan mengerti aturan/tata karma. Tingkat ekonomi dan pendidikan kan berpengaruh terhadap sikap dan tingkah laku individu maupun keluarga kan??!
Nti lain kali kalo mood nya lg OK akan saya tuliskan tentang tetangga-tetangga baru kami disebuah kampung di pinggir Cimahi. Untuk sekarang sgitu dulu yaaa cerita hidup bermasyarakat nya......
Mudah-mudahan teman-teman selalu enjoy yaaa dalam bermasyarakat dan pastinya kita ambil hikmahnya aja dalam setiap kejadian dalam hidup ini n kalo dituliskan bisa jadi cerita sepanjang ini looo meski mungkin kurang menarik
(ngecrop fotonya kurang smooth jadi keliatan kaku gitu yaaa, emang ga bakat jadi seniman ya begitu deh )
Turun tanah?! Iya...... secara Sabtu kemaren tepat tgl 7 Juni 2008 Farras genap 7 bulan...so saatnya mulai turun tanah ato bahasa Jawanya "tedhak siten". Karena jauh dari ortu bunda sama ayah ngadain turun tanah versi ayah-bunda . Kalo menurut tradisi jawa si sebenarnya banyak banget yang mesti dilalui saat acara turun tanah. Tapi untungnya yaaa itu kami jauh dari ortu (eyang kakung dan eyang putrinya Farras) jadi ga ada deh ritual turun tanah, secara kan biasanya yg suka ritual begituan kan eyang-eyangnya Farras .
Kalo mau tau tentang ritual turun tanah tak kasih tau yaaa sedikit (menurutku si mayan belibet n kasihan jg si anak kl harus menjalani semua itu). PengertiannyaTedhak Siten atau upacara Turun Tanah adalah salah satu upacara adat budaya Jawa untuk anak yang berusia 8 bulan (pitung lapan), ato memasuki usia delapan bulan ato usia 7 bulan lebih.
Pertama yang mesti disiapkan yaitu uba rampe antara lain : juadah (jadah) warna warni (7 warna: putih, merah, hijau, kuning, biru, cokelat, merah muda/ungu), tangga yang terbuat dari tebu ireng (tebu arjuna), kurungan (biasanya berbentuk seperti kurungan ayam) yang diisi dengan barang/benda (misalnya: alat tulis, mainan dalam berbagai bentuk dan jenis) sebagai lambang/tanda untuk masa depan anak, banyu gege (air yang disimpan dlm tempayan/bokor selama satu malam & pagi harinya dihangatkan dengan sinar matahari), ayam panggang, pisang raja (melambangkan harapan agar si anak di masa depan bisa hidup sejahtera dan mulia, lawe wenang, dan udhik-udhik (yang terdiri berbagai jenis biji-bijian, uang logam, & beras kuning).
Perlengkapan tambahan: jajan pasar, berbagai jenis jenang-jenangan, tumpeng lengkap dengan gudangan, nasi kuning, tumpeng robyong, dan tumpeng gundhul.
Nah kan...banyak n mayan ribet.... ini baru ube rampe n perlengkapan tambahannya belum prosesinya. Prosesinya dibagi jadi beberapa tahap yang mempunyai makna tersendiri.
Pertama, si anak dibimbing orang tuanya untuk berjalan di atas juadah.Ini melambangkan unsur-unsut kehidupan di dunia ini yang kelak akan dilalui si anak. Merah perlambang berani, Putih itu Suci, Hijau itu Alam semesta, Biru itu Langit, Kuning itu cahaya, Jingga itu Matahari dan Coklat itu melambangkan bumi. Habis itu menginjak tanah sebagai perlambang pertama kalinya turun ke tanah.
Tahap kedua, kembali anak dibimbing menaiki tangga yang terbuat dari
tebu ireng (dengan maksud agar si anak dalam hidupnya selalu lurus “dalam jalan yang benar“ seperti tebu ireng, dan hidupnya makin terus
meningkat menjadi lebih baik sesuai dengan apa yang dicita-citakan), serta agar mantap menjalani kehidupannya kelak yang diharapkan kian lama kian tinggi , baik usia, karier, jabatan, rohani dan pendidikannya.
Tahap
ketiga, anak diajak masuk ke dalam kurungan (kurungan di sini bermaksud
untuk menjaga konsentrasi si anak) dan memilih benda yang telah disiapkan
sebelumnya, dan benda yang dipilih tersebut menggambarkan apa yang akan
dipilih oleh si anak di masa depannya, sebagai contoh jika si anak
memilih mainan berbentuk alat kedokteran, maka di masa depan si anak
akan menjadi dokter, ato memilih pesawat [ supaya jadi pilot ], mobil [supaya jadi pembalap ] terus
tasbih [ alim ulama ], gitar [ pemusik ], palu [hakim], kalkulator
[ akuntan ], timbangan [pedagang ], stetoskop [ dokter ] dan pinsil
warna, dll. Kenapa ayam yang dipilih? Karena ayam itu kemampuan survivalnya tinggi. Bisa cari makan dimana saja bahkan juga mengajarkan untuk mencari makan kepada anak-anaknya instead of sekedar memberikan, jadi mereka punya sifat mengajarkan kemandirian. Tidak seperti burung misalnya yang selalu menyuapi saja.
Setelah selesai memilih benda/barang, dilanjutkan dengan tahap ke empat, yaitu si anak dimandikan dengan banyu gege
yang melambangkan harapan agar si anak dapat selalu segar dan tegar
dalam menjadi hidupnya di masa depan, dalam istilah jawa dikenal dengan
gelis gedhe lan ilang sarap sawane. Banyu gege itu adalah air yang sudah di embunkan semalaman dan
paginya di jemur di bawah sinar matahari. Air ini mengandung
ultraviolet yang baik untuk pertumbuhan bayi. Maknanya untuk
membersihkan jiwa dan raga untuk memulai kehidupan yg lebih
bermakna baginya kelak.
Setelah
selesai, si anak kemudian dibimbing berjalan membawa tebu &
perlengkapannya dan dilanjutkan dengan udhik-udhik oleh nenek. Udhik-udhik yang bentuknya berupa bijibijian
seperti beras, kacang ijo, kacang merah dan uang logam yang kemudian
harus di rayah [direbutkan]. Maknanya memberikan contoh pada anak dan cucunya agar memiliki sifat dermawan juga seperti mereka.
Biasanya upacara ditutup dengan potong tumpeng oleh orang tua si anak. Begicu lo sodara-sodara.....
Btw.....Di usia 7 bulan ini Farras alhamdulillah looo banyak kemajuannya, secara otot-ototnya udah mulai terlatih untuk melakukan gerakan-gerakan. Yukkk kita liat apa aja yang udah bisa dilakukannya (apa aja kemajuannya):
1. Duduk......toeng......(hihihi duduknya masih goyang-goyang gitu deh.....) karena belum mampu seimbang jadi kl dia miring bisa terjatuh....jadi yaaa bener-bener mesti ekstra hati-hati penjagaanya apalagi kalo lagi duduk di lantai ato dikarpet, waaahhh yang ada jg mesti jaga kiri kanan depan belakang. Namanya Farras kan ga mau diem....
2. Merayap.....awal agar bisa merangkak katanya merayap dulu yaaaa, tapi kalo diliat-liat farras mah bareng tu merayap sama merangkaknya. Mungkin karena badannya yang bongsor jadi ga nyaman juga bagi Farras kalo mo merayap, keberatan badan kali yaaa jadi sedikit-sedikit kalo lagi diem posisinya yaaa posisi mo merangkak.
3. Merangkak.....(hore.....cihui...aku bisa merangkak) satu dua tiga rangkakan bisa dilalui dengan baik, tapi kalo di lantai karena licin dan tangan belum terlalu kuat untuk menopang badannya jadi masih suka tengkurep ato posisi merayap dehhhh. Tapi insyaAllah dengan banyak latihan bulan ini pasti udah lihai merangkakknya ya nak....Aminnnnnn [-o<
4. Berdiri dengan lutut......Kalo dit4 tidur Farras suka banget berantakin apa aja yang ada dit4 tidur, baik itu bantal guling selimut ato apa aja yang ada di deketnya. Nahhh secara Farras ga punya (deuhh ayah bunda tega banget nih) lemari pakaian sendiri, dan semua pakaiannya disimpen dikeranjang baju dan keranjang bajunya ditaruh dit4 tidur jadi aja setiap ada kesempatan selalu dia mendekati keranjang bajunya dan mengacak-acak semua yang ada didalamnya posisinya yaaa itu dengna berdiri dengan lututnya. tapi...masih belum kuat banget juga....jadi masih goyang-goyang gitu deh.....
5. Tumbuh gigi bawah.....(hehehe gigiku baru dua) bukan gigiku tinggal dua tapi baru dua, jadi.... bawaan di usia sebelumnya seperti "menggegel" dan mencicipi (memasukkan semua benda yang dipegang ke dalam mulut) masih ada sampai sekarang. Malah kalau lagi gemes mengigitnya sakittttt banget. Bundanya sampai nahan sakit kalo lagi digigit, soale dari pada ngegigit yang macem-macem biarin deh tangan bunda digigitin, mungkin gatel n masih pegel ato linu yaaa karena tumbuhnya gigi.
6. Udah mulai tau kalo mau ditinggal karena bunda membiasakan ke Farras kalo mau pergi selalu da da da da.....meski Farrasnya belum bisa membalas dengan da da da da juga... tapi yang jelas kalo bunda dateng langsung deh minta digendong bunda....merasa kali yaaaa kalo ga ketemu alias ditinggal jadi kangen...deuhhh anakku sayang bunda juga kangennnn banget kalo ninggalin Farras....kalo ayahnya membiasakannya dengan cium tangan dan mendoakan "barokallah" bundanya lupa siii kalo mau cium tangan jadi yaaa udah da da da da aja.....
7. Jingkrak-jingkrak kalo mau digendong ato lagi senang.... ini mah bikin cape yang meganginnya nak...
Mmmmmm apa lagi yaaaa, kayanya segitu dulu yaaa updatenya Farras diusia 7 bulan ini......c u next time n selalu doakan kami semua yaaaaa bye bye Wassalamu'alaikum Wr Wb
Alhamdulillah ya Robb Engkau telah memberi kami anugrah terindah dalam keluarga kami. Hari ini Muhammad Farras Haidar tepat 6 bulan. Subhanallah...sudah besar ternyata kamu ya nak......sudah terlihat seperti anak satu tahun. Mungkin karena postur tubuh kamu yang mengikuti postur tubuh keluarga ayah yahhhh.... yg tinggi besar. Sudah berat juga kalau digendong. Bunda merasa pegellll banget kalo abis ngajak Farras jalan-jalan. Seperti kemaren habis liat Book Fair di Landmark Braga. Subhanallah......
Dalam usia 6 bulan ini farras udah bisa apa aja yahhhhh : 1. Guling-guling kesana kemari. Pokoknya satu kasur dalam waktu satu menit sudah bisa diputerin 2. Angkat badan lebih tinggi (liat gambar di atas) 3. Masukkin apa aja ke mulut (mungkin mo tumbuh gigi) jadi suka ngegegel kl bahasaku mah. Termasuk waktu kemaren dibawa ke kantor saat si mbaknya sedang pulkam. Kertas-kertas di kantor abis deh kalo ga dimasukkin ke mulut dirobek2 4. Bereksperimen dengan suara makin heboh, tapi sekarang udah mulai dua abjad satu suku kata misal : mama (mama dulu donk ah), baba (karena sering mainana ciluk ba kali yahhhh), papa (anak papa nihhh jadi suka bilang papa) selainn Aaaaa dan suku kata yg lain 5. Pinter nyembur2in mulut. Jadi kalo lagi makan, males nelen ato untuk mainan suka keluar deh isi mulut karena disembur2in (siapa sih ini yg ngajarin? perasaan ga pernah liat mbah dukun deh ) 6. Onggog-onggog kalo saya bilang mah alias posisi awal mau merangkak, keseimbangan gitu deh. Tapi belum bisa jg, kata tetangga (si Bude) mungkin bakal tumbuh gigi dl baru jalan. Yahhh yang mana dulu ga masalah yang penting OK ya nak yaaaaa tapi mudah2an cepet jalan ya nakkkk biar Bundanya ga capek ngegendongin aja Apalagi yahhhhh...untuk sementara itu dulu yahhh cerita 6 bulanannya jagoan kami...dan selalu n selalu mohon doanya mudah2an Allah selalu melindungi jagoan kecil kami dan menjadikannya anak yg sholeh Amin.
"Happy birthday ya sayang.....(sambil mencium kening n bibirku)" kata suamiku tadi malam sepulang dari t4 kerjanya. Dalam hati aku cuma bisa bersyukur karena jarang-jarang suamiku inget tanggal bermakna apalagi ultah yang baginya mungkin tidak terlalu penting. Karena dia bukan tipe orang yang romantis malah lebih cenderung kaku
Yea....time flies like a butterfly...subhanallah...hari ini genap usiaku menginjak ke kepala 3.....n apa arti kepala 3?! Kalo banyak orang bilang life begin at 40th, tapi kali ini mungkin aku harus bilang bahwa life begin at 30th. 30 tahun, ga terasa yah...disamping pastinya tambah senior (ga mau dibilang tua ) harusnya juga dibarengi tambah "dewasa". Dewasa dalam tanda kutip. Kalo di saat usia ke 20 mungkin banyak idealisme-idealisme yang ingin dicapai, tapi kalo diawal 30 ini lebih kepada realistis dan munuju ke arah dewasa (jadi belum dewasa donk.....????!!!)
He-eh baru menuju dan belajar menjadi dewasa, karena dewasa itu ga gampang loh....bagi aku tentunya. Yang jelas di genap 30th ini aku bisa merasa sedikit lengkap, karena punya sebuah keluarga kecil yang bisa dibilang lagi belajar. Ada suami, suami yang selalu setia dan sabar menemani, ada buah hati kami yang baru aja menginjak 5 bulan dengan segala kelucuannya dan yang pasti di genap 30th ini aku sudah menyandang predikat sebagai seorang "bunda", bunda dari Farras anak kami yang pertama.
Ada ga sih harapan-harapan ke depannya???!!!
Jawabnya ya sudah pasti ada lah... namanya juga orang idup tapi kalo disuruh merinci satu-satu: yang kepikiran antara lain : (tentu yang baik-baik lo yahhhhh)
1. Tambah baik segala-galanya--->>> idupnya, rizkinya, ibadahnya , hokinya, sikapnya, akhlaknya, keluarganya semuanya deh 2. Tambah sabar yaaa (ini berkaitan dengan tambah baik sikap dan akhlaknya) secara sekarang sudah jadi ibu, jadikan bakal dicontoh dan dilihat langsung sama anak. Ibu adalah guru pertama bagi anak. Soooooo tanggung jawabnya besar banget segalanya harus lebih hati-hati, kalo ngomong, kalo bertindak dan bertanduk (emang kambing bertanduk segala ), pokona mah semuanya deh anak bakal niru kita sebagai ortunya. Jadi harus tambah sabar, apalagi ngadepin tingkah laku anak dan bapak 3. Tambah sholehah donk ah 4. Tambah cantik ( ini apaan sih "tambah cantik", ya iya lah...masa ya iya donk apalagi ya iya sihhh ) gimanapun wanita kan ingin selalu dilihat OK (cantik) dan sudah sunatullah makin berumur makin berkurang kekencangan kulitnya, nah..meski demikian inginnya kan teteup cantik begitu lo sodara-sodara.... 5. Tambah anak (hahahhahahaha ketawa sambil keselek karena terlintas mo nambah anak padahal masih trauma hamil dan melahirkan kemaren) tapi napa yahhhh???! karena itu kali yahhh "life begin at 30th"
Yaaa sudahlah ga kepikiran lagi yang lain. Yang jelas mohon doanya yahhhh mudah2an tahun ini dan tahun2 mendatang lebih baik dan makin baik lagi. Amin.
Jagoan kami hari ini tanggal 7 April genap 5 bulan. Alhamdulillah Farras sudah mulai pintar makannya meski susah dan masih dilepeh-lepeh jadi musti telaten yang nyuapinnya.
Kalo diliat-liat sihhhh dari hari ke hari ada...aja kemajuannya. Sekarang udah tinggi kalo angkat dada, mudah-mudahan cepet kuat yaaa nak tangannya jadi bisa push up dan merangkak. Makin asik kalo lagi mainan, apalagi mainan ciluk ba sama kain ato bantal ato gulingnya lucuuuu banget
Yang jelas sihhh karena sudah makan jadi...makin berat aja kalo digendong Tambah ngerti keadaan sekelilingnya. Misal : kalo ditinggal sebentar dia pasti merasa sendiri jadi seringnya merengek ato malah nangis. Seneng bercermin, dikira temen kali yah...padahal wajahnya sendiri Udah mulai tau kalo bundanya lagi marahin dia, kadang bisa sampai sedihhh banget nangisnya, deuhhh anakku sayang bunda jadi merasa bersalah kalo abis nasehatin kamu sambil marah, maafin bunda ya nak.....
Tambah aktif dengan guling-gulingnya sampai udah 5 kali jatuh dari kasur (tapi alhamdulillah jagoan kami ga apa-apa dan ga nangis). Udah apal sama kasurnya. Contoh kalo abis bepergian pasti Farras langsung ditaruh di kasur kamarnya dan langsung guling-guling dengan senangnya, meski saat bebepergian dia kurang nyaman ato kecapean.
Yang belum bisa sembuh yaitu alerginya. Contoh aja, kemarin kami masak kulit sapi, masyaAllah...malemnya kulitnya langsung deh merah-merah karena bundanya makan kulit sapi dan Farras ikut makan dari ASI. Jadi intinya kulitnya Farras itu sangat-sangat sensitif, kemarin malem aja dimenclokin nyamuk (ga tau udah digigit apa belum) langsung deh kulitnya bentol segede gong kaya bisul gitu deh
Makin besar ya nak...makin sehat dan kuat...makin sholeh dan jadi penyejuk mata kami sebagai orang tua kamu....Ya Robbana....lindungilah anak kami Farras dari segala marabahaya, jauhkan dari segala macam penyakit, mudahkanlah urusannya, selamatkanlah dunia dan akhiratnya, jadikanlah anak yang sholeh, pintar,kuat dan cerdas sebagai kebanggaan dan penyejuk mata kami orang tuanya, serta jadikanlah dia berguna bagi ummat. Amin.
Jadwal imunisasi tanggal 26 kemarin tetap dilaksanakan meski Farras sedang batuk pilek. Batuknya yang masyaAllah kasihan sering dan sangat berdahak. Tapi aku sebagai ibunya tetap ingin melaksanakan jadwal imunisasi sesuai dengan jadwal yang semestinya. Bukan tanpa sebab aku memutuskan untuk tetap imunisasi karena secara medis juga sebenarnya tidak apa-apa imunisasi tetap dilaksanakan meski anak sedang mengalami batuk pilek asalkan kondisi tubuhnya memungkinkan, seperti tidak panas dan tidak rewel. Dan Farras meski batuk pilek tidak panas dan tidak rewel. Akhirnya Ibu bidan menyuntikkan imunisasi DPT combo dan tetes polio. Alhamdulillah Farras tidak panas meski batuknya sampai sekarang masih ada dan sedang masa penyembuhan. tapi yang lebih menyenangkan buat aku adalah berat badan farras tetap naik pantesan aja kalau aku ngegendong terasa beratnya apalagi kalau mandiin, wow beuratttttttt deh Sekarang BB Farras sudah 6,9kg panjang 70cm, panjang yahhh ini sepertinya bakat dari ayahnya
Tiga hari kemarin eyang putrinya datang menjenguk, akhirnya obat influensanya dihentikan tapi diganti dengan obat pengencer dahak (ambroxol). Karena nyari diapotik ambroxol sirup tidak ada dan adanya yang tablet diakalinlah cara makannya agar Farras tidak merasakan pahitnya obat, yaitu dengan menggerus obat itu dan meminumkannya dicampur madu. Yang terasa kan manis madunya bukan pahit obatnya .
Farras semenjak eyang putrinya datang jg dilatih mengenal makanan pendamping ASI tapi memang benar-benar harus telaten ngasih makan Farras karena seperti cerita kemarin Farras selalu melepehkan makanan yang dimasukkan ke mulutnya. Alhamdulillahnya Farras punya eyang putri yang telaten sekaligus tega meski dilepeh eyang putri telaten nyuapin Farras terus. Kata eyang putrinya "kalau tidak ditelatenin nanti bisa-bisa ini anak ga mau makan".Aku sebagai ibunya jadi khawatir juga kalau mikirin itu, akhirnya sambil aku liatin meski berantakan sampai-sampai bajunya penuh dengan bekas makanan aku sedikit lega melihat Farras belajar makan dengan semanagat . Yaaa namanya juga bayi belajarnya berantakan dan dia senang dengan berantakan itu. Mudah-mudahan tambah hari tambah pinter yaaa nak belajar makannya. Amin
Menu dan jadwal makan Farras :
Pagi jam 08.30 biskuit milna Awal-awal baru setengah potong sekali makan, dan Farras lebih suka makan sendiri alias dipegang terus dimasukin ke mulutnya sambil diemut gitu. Tapi kalau sudah susah megangnya dari pada mubazir dimusukin ke mangkuk turs kasih air anget sedikit diecerin kemudian disuapkan dan cara ini cara yang paling disebelin sama Farras karena mungkin kurang enak
Siang jam 11.30 bubur susu SUN (baru pertama jadi aku pilih yang bubur susu beras merah kalau yang kacang ijo lebih kasar katanya) Satu sendok dulu baru nanti kalau dia udah terbiasa atau si anak masih merasa kurang kita tambah dosisnya kaya minum obat aja yah
Jam 13.30 jeruk manis Buah yang Farras suka kayanya jeruk deh, abis waktu pertama kali dikasih ga protes malah senang, tapi karena baru pertama kali jadi cuma kuat makan 2 suir
Jam 16.30 makan lagi boleh biskuit boleh bubur susu lagi tergantung mood yang mo ngasih. Sedikit aja untuk teman main sorenya.
Yaaa begitulah cerita Farras yang sendang berlatih makan makanan pendamping ASI, doakan biar Farras cepet pinter yahhhhh makannya dan sehat serta kuat selalu Amin........
Alhamdulillah tepat tanggal 7 Maret kemaren usia Farras genap 4 bulan. 4 bulan lebih satu hari bunda Farras coba suapin Farras.....suapan pertama critanya...
Baca-baca ada yang bilang pertama dikasih pisang kerok, ada yang bilang jg jangan dikasih buah2an dl, kasih aja bubur bikinan sendiri dan jangan yang macem2 satu macem aja, kl bubur yaaa beras merah aja jangan ditambah apa2 biar kl alergi bs ketauan dan coba sampai tiga sampai empat hari. Tapi karena bunda Farras nemunya pisang dirumah yaaa Farras coba disuapin pisang...dannnnn apa yang terjadi sodara2? Rupanya Farras belum siap dengan makanan pendamping ASI (MPA) karena begitu disuapin dia coba melepehkan pisang yang ada dimulut, padahal bunda cuma kasih dikit banget loh. Tapi bunda jadi mikir ohhh Farras yang tajam ga cuma pendengarannya karena kagetan ;)) kalo lagi tidur denger suara keras ato kantong kresek langsung kaget dan bisa bangun sampai nangis. Tapi Farras lidahnya lidahnya juga tajam karena begitu ia merasakan sesuatu yang berbeda dari rasa susu ato ASI, Farras selalu melepehkan apapun yang coba dimasukkan ke mulutnya.
Seperti waktu habis imunisasi DPT ke dua akhir bulan kemaren. Kan Farras agak anget, jadi bunda kasih Farras obat penurun panas, tapi...pinter banget deh Farras, langsung memuntahkan semua obat yang masuk termasuk susu yang sudah ia sedot. Deuhhhh Farras...Farras...bundakan jadi tambah bingung. Akhirnya bunda campur aja tu obat sama susu formulanya eeeee dasar Farras pinter, masih bisa kali ya merasakan pahitnya obat itu jadi susu formulanya pun ia minum sedikit2, itu pun hampir2 ga mau tapi karena laper kali jd mau ga mau
Di usia 4 bulan ini Farras udah makin pinter tengkurep, senangnya loncat-loncat kalo dipegang berdiri. Sampai-sampai orang2 yang liat pada khawatir takut kakinya bengkok karena belum kuat. Tapi...insyaAllah smua itukan justru ikhtiar Farras untuk menguatkan kakinya...ia ga nak?
Doakan yahhhh mudah2an Farras makin sehat, makin kuat, makin sholeh dan bisa jadi penyejuk mata orang tuanya Amin.....
Udah dulu yah... insyaAllah kapan-kapan disambung lagi crita-critanya......
Sebenarnya pagi ini ingin searching tentang "mengapa bayi menangis menjelang maghrib", karena Farras sejak ditinggal eyangnya setiap maghrib tidak pernah absen menjerit-jerit menjelang maghrib. Tangisannya membuat aku sebagai ibunya betul2 bingung dan khawatir.
Mana segala sesuatunya memang serba baru. Aku baru saja belajar memandikan Farras. Biasanya eyangnya yang mandiin. Dan kalau Farras rewel sedikit saja langsung eyangnya yang bisa menenangkannya. Sedangkan aku yang ada malah panik dan akhirnya menyerah dengan ikut menangis.
Dan beberapa artikel yang aku baca hari ini antara lain : http://www.hypno-birthing.web.id/?p=227 http://naya.web.id/2007/06/08/sehari-semalam-bersama-janin/ http://www.ismusurizan.com/etika-mengunjungi-bayi-baru-lahir/ http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=3472 http://alergianak.bravehost.com/ http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=04206&rubrik=bayi http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=2489&Itemid=2 http://www.balita-anda.com/v2/caragampang.html http://www.korantempo.com/news/2004/12/20/Gaya%20Hidup/57.html http://naya.web.id/2007/04/19/pentingnya-triptofan-dalam-asi/ http://parentsguide.co.id/dsp_content.php?kat=2&emonth=02&eyear=2008&pg=hns http://www.tabloid-nakita.com/Khasanah/khasanah06305-02.htm
sepertinya mesti udahan dl...krn saya inget Farras....my lovely baby, mo pulang dl ketemu Farras ngasih ASI....yuk ah nti kapan2 cari2 lagi dan baca2 lagi