Ini adalah tulisan yang sangat indah. Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmati lah Jangan tergesa. Ini adalah harta karun
Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi Bagi para ibu, kamu akan mencintainya
Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan. 'Apakah jalannya jauh?' tanyanya. Pemandunya menjawab: 'Ya, dan jalannya berat. Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini... Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.'
Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik Dari pada tahun-tahun ini. Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka Sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih... Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru: 'Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.'
Lalu malam tiba bersama badai. Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan. Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantolnya. Anak-anak itu berkata: 'Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat. Tak ada yang dapat menyakiti kami.'
Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-anak memanjat dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya: 'Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.' Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata :" Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa Ibu"
Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata: 'Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan Menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini saya Memberi mereka kekuatan.'
Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi. Awan perang, kebencian dan kejahatan. Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap. Ibunya berkata: 'Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.' Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi
Yang menuntun mereka melalui kegelapan Dan malam harinya ibu itu berkata: 'Ini hari yang terbaik. Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.
Hari berganti minggu, bulan, dan tahun. Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani. Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu. Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat Sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar. Ibu berkata: 'Saya sudah sampai pada akhir perjalananku. Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya. Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka.'
Dan anak-anaknya menjawab: "Ibu selalu akan berjalan bersama kami... Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.' Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri... dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat. Dan mereka berkata: "Kita tak dapat melihat ibu lagi. Tetapi dia masih bersama kita. Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan. Ia senantiasa hadir dan hidup.
Ibumu selalu bersamamu…. Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit. Ibumu hidup dalam tawa candamu. Ia terkristal dalam tiap tetes air mata. Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu. Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu. Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu. Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian. Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!
Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal. Semoga kita tidak pernah mengandaikan begitu saja ibu kita… Teruskan juga pada para laki-laki…. Karena mereka juga punya ibu.
Eleven month :) Ya alhamdulillah...anak lelakiku sudah menginjak usia yang ke sebelas bulan. Tentunya suatu anugrah yang tiada terkira, melewati masa-masa suka dan duka bersama anak tercinta.
Serba serbi di 11 bulan
Menginjak
usia bulan ke-11, kepintaran Farras semakin bertambah. Keinginannya untuk
mengeksplorasi lingkungan semakin meningkat. Segala sesuatu benda yang
bisa dijangkaunya akan dia ambil, dan seandaianya berada di atas suatu
tempat misal : lemari, rak, keranjang, dsb maka akan dia turunkan. Jika
belum bisa dijangkau dia akan berusaha terus untuk meraihnya dengan
cara berjinjit, naik pada benda-benda yang lebih tinggi dsb. Hal itu
akan terus dilakukan meskipun benda-benda tersebut dikembalikan pada
tempatnya. Senang mengeluarkan benda atau sesuatu dari wadahnya yang
kemudian dia masukan lagi, semisal mengeluarkan barang dari tas
kemudian memasukannya lagi, mengeluarkan kartu/kertas/uang dari dompet
kemudian memasukannya lagi pada tempat semula.
Farras sudah
mengerti fungsi dari suatu benda, misal tutup botol akan diapasangkan
pada botolnya dengan pas, menyisirkan rambut orang lain dengan sisir,
menempelkan telepon genggam atau remote di telinganya seperti orang
yang sedang menelepon. Bisa mengambil makanan dari piring atau mangkok
dengan sendok sendiri. Mengambil kaos kaki atau celana sendiri kemudian
diberikan kepada orang lain untuk memasangkannya dengan cara
mengacungkan/memberikan kakinya. Mengambil kain selendang sendiri dan
memberikannya pada orang lain untuk minta digendong. Memberikan makanan
atau benda pada orang lain ketika diminta dan jika itu makanan akan dia
masukan (disuapkan) pada orang yang memintanya. Sudah mengerti milik
sendiri, semisal mainan atau barang kesukaan dia dimainkan orang lain,
maka dia akan memintanya atau mencoba mengambilnya kembali.
Farras akan berteriak untuk mendapat perhatian dari orang disekitarnya, akan
merasa cemas dan khawatir ketika ditinggalkan orang terdekatnya (terutama bundanya). Akan merespon dengan gerakan kepala atau tangan atau
badan ketika ada suara melodi, akan mengangguk-angguk seperti orang
naik kuda ketika dibilang cari atau naik kuda. Merespon dengan cepat
ketika ada benda/hewan bergerak, senang mengajak tertawa bayangannya
sendiri di cermin.
Berjalan
di dinding/rembetan dengan sebelah tangan semakin mahir dan tahan
berdiri lama dengan berpegangan, sudah bisa berpindah-pindah dengan
cara rembetan dari satu tempat ke tempat yang lainnya yang posisinya
agak berjauhan (misal, merembet dari lemari ke rak atau kursi, dari
pintu ke orang berdiri di dekatnya). Sudah bisa mendorong kursi plastik
dengan posisi berjalan, menuntun sepeda dan benda beroda lainnya dengan
sendiri.
Kaki dan Sepatu.
Kaki anak mungkin kelihatan aneh pada usia ini. Kebanyakan anak
kecil mulai berdiri di atas apa yang tampak seperti kaki yang
tergulung. Ketika mereka mulai menyeimbangkan dengan kaki-kaki terbuka
lebar, kaki-kaki tersebut membengkok keluar dan mereka kelihatan
seperti bebek berjalan. Ketika anak kecil belajar berjalan, mereka mendapat
keseimbangan, tidak lagi perlu langkah yang lebar, dan memiliki kaki
dan lengkung yang lebih kuat. Sewaktu belajar berjalan, anak kecil
perlu bisa mencengkeram dengan jari-jari kakinya; sepatu dengan sol
sangat lunak atau kaki telanjang jauh lebih bagus dari sol keras.
Kemajuan Fisik.
Kebanyakan bayi berusia 11 bulan sedang menuju ke langkah pertama kemandirian, begitu pula Farras meskipun kebanyakan tidak akan mendapatkannya di bulan
ini. Kebanyakan bayi usia ini akan telah menggunakan alat bantu jalan
mereka sendiri dari kursi yang ringan atau kereta bayi.
Bayi umumnya akan dapat menjatuhkan dan memungut mainan dengan satu
tangan sambil disanggah oleh tangan yang lain. Beberapa ahli dalam
membesarkan anak tidak menyarankan penggunaan alat bantu berjalan
(walker) karena banyak menimbulkan kecelakaan dan mungkin menghambat
perkembangan otak-otot mereka. Sebaiknya bila ingin menggunakannya
juga, janganlah terlalu sering. Farras juga tidak menggunakan walker karena badannya panjang jadi suka terjepit kakinya
Kebanyakan bayi menunggu sampai usia ini untuk mulai “menjelajah”,
berjalan kesamping sambil menarik badan mereka sepanjang tempat tidur
atau sofa dengan tangannya.
Sampai bulan kesebelas, kebanyakan anak mengetahui sedikit kata-kata
dan dapat menyebutkan nama barang, meskipun mereka masih berbicara
tidak keruan. Anak pada usia ini memiliki pegangan keras, dengan jempol
dan telunjuk, dan tidak mengalami kesulitan memegang benda kecil
seperti kismis. Mereka juga tidak kesulitan untuk meletakkan
benda-benda kecil di mulut. Sebaiknya menjauhkan benda-benda semacam
itu dari mereka karena ukurannya cocok untuk menyumbat tenggorokan bila
si anak menelannya.
Ya dan Tidak.
Sekitar usia ini, kebanyakan bayi mulai menyadari perbedaan antara
baik dan nakal, dan untuk mencoba kata tidak. Inilah pola yang akan
menjadi sangat lumrah pada bagian awal tahun kedua. Sekitar ulang tahun
pertama, seorang bayi mungkin mulai berkata “tidak” secara terus
menerus, diikuti oleh gelengan kepala. Anak-anak kecil sangat
menyenangi hal ini dan mereka mungkin menolak untuk digantikan baju,
menolak makan, menolak mandi, dan seterusnya.
(Eating, Activity, Sleeping, You)
EATING Pola makan : Kalau menunya tidak suka cukup 1 suapan saja,
dilepehin, dan GTM (gerakan tutup mulut). Kalau suka paling-paling butuh waktu
¾ jam untuk menghabiskan porsinya yang sekali makan ½ mangkuk pigeon
baby. Makan sudah jarang diemut tapi dikunyah. Kalau sudah kenyang GTM atau
memalingkan wajahnya atau dilepeh. Model makanan nya sudah semi
padat seperti nasi lembek dan sayur seperti sop. Sehari makan besar 3 x dan makan selingan 2 x
yaitu buah2 an. Selain itu untuk
selingannya juga ada biscuit baby choice. Minum air putih sudah mulai belajar menggunakan spout tapi masih sering kesedak tuh. Minum
susunya masih seperti biasa, sukanya ASI tiap 4 jam sekali. Sehari bisa 5 x minum,
masing2 80 ml, klo ditambah air
jadinya 100 ml an lah. Kalau malam saat tidur bisa terbangun karena
lapar sampai 3 x.
ACTIVITY Aktivitas sehari-hari :
Aktivitas yang paling
disuka pastilah aktivitas yang penuh semangat seperti berdiri duduk
tanpa pegangan, bergoyang2, merambat, mengambil barang2 yang ada
disekitarnya, memasukkan semua barang kedalam mulutnya, minimal
ngicipin rasanya...hehehe, dan sekarang suka pada barang2 yang kecil,
motorik halus nya mulai tampak. Farras suka menjumput kertas, tisue, benang, tali, semut
berjalan, kotoran di lantai, makanya musti ekstra pengawasan nih. Nih yang lagi asyik masukin sungut uler ke dalam mulut.... Kalau berjalan sudah bisa tapi dengan pegangan (dititah), dorong2 kursi plastik, kursi baso, container. Nah klo berjalan tanpa pegangan masih
belum bisa, pernah saat mau minta gendong bunda, paling 2 langkah lalu
sampai di gendongan d. Kalau dulu mengeluarkan barang dari kotak
masih gak sabar, biasanya diangkat kotaknya lalu dikocak2, barangnya
keluar semua dech. Nah, setelah diajarin bunda untuk keluarin barang
satu per satu akhirnya Farras bisa juga. Tapi untuk masukin barang ke
kotak masih gak mau tuh. Maunya bongkar tapi gak bisa pasang...hehehe.
Mandi ? Sehari 2x yaitu pagi, jam 06 atau 06.30 pagi setelah bangun tidur dan
jam 3.30 atau 4.30 sore. Sudah mandi di kamar mandi sejak usia bayi, sambil
bermain bola dan kecipak kecipuk air. BAK & BAB? Pagi setelah bangun tidur kalau dicatur (diangkat kakinya keatas sambil tiduran) suka mau BAB. kadang kalau sama ayahnya suka kelewatan tau-tau sudah BAB di celana tapi sudah lumayan rutin, BAB tiap pagi, sehari sekali (itu kalau tidak lagi diare). BAB masih belum di kamar mandi, jam2 nya belum terbiasa juga. Klo diajarin ngeden kadang mau kadang malah ketawa ketiwi.
SLEEPING Nah, ini juga rada berantakan karena tidur pagi kadang jam 9 kadang jam 10. Farras bobo di kasur kamar bareng ayah bundanya, tapi kalau sedang nonton TV ya di ruang TV.
Pola Tidur : Sehabis mandi & makan
pagi biasanya tidur ½ - 1 jam, siang jam 1 an tidur 1½ - 2 jam an, sore jam
6 an or menjelang magrib bobo sampai pagi. tapi kalau bangun malam bisa sampai 1 - 2 jam terbangun baru mau bobo lagi. Nah, kalau sudah kebangun malem gitu besok paginya bangun agak siang jam 6an,
tapi kalau jam 6 an sudah bobo biasanya jam 4 pagi sudah bangun. Biasanya
bobo selalu diawali dari mik susu di pangkuan bunda,
dinyanyiin atau diajarin berdoa lalu bobo. Nah, kadang2 tanda2 mengantuk ada yang terlewatkan
seperti menguap, kucek2 mata, dan akhirnya Farras menjadi rewel,
digendong gak mau, ditidurkan gak mau. Kalau sudah begini bunda bingung d,
akhirnya main2 aja.
Nah,
satu lagi yang bunda masih gak terlalu ngerti nih. Malam2 kadang2 Farras masih terbangun entah karena kaget, mimpi, atau seringkali karena perut
gak enak, kentut2, dan kalau sudah nangis kenceng tuh bisa pake acara
muntah segala. Solusinya so pasti minyak telon dibalur ke seluruh tubuh
terutama perutnya, lalu digendong2 dalam posisi perut menghadap ke
perut / dada, biar terasa hangat. Kadang juga hanya nangis
sebentar atau dinenenin, ditepuk2 aja lalu bisa bobo lagi. Untuk urusan "Sleeping"
ini, bunda musti benar2 mempelajari pola Farras biar Farras bisa tidur
nyenyak, karena perkembangan otak sebagian besar adalah pada saat anak
tidur.
Nah, bagaimana dengan Y alias You...dalam artian disini Ayah dan Bunda tentunya. Ayah & Bunda masih bisa melakukan kegiatan rutin sehari2? mulai dari
bekerja sampai hanya sekedar makan berdua di luar. yang jelas Bundanya belum bisa karena Farras lebih dekat ke Bunda jadi Bunda khawatir, bunda lebih sering ijin kerja, tapi kadang pulang kerja
bunda masih sempat2 in masak di rumah, meski seklarang sudah ada pembantu lagi yang
bantuin. Kalau hari Sabtu Minggu bunda masih sempat pergi belanja ke
pasar, belanja ke supermarket, dan tentunya kalau hari libur bisa jalan-jalan atpi bareng-bareng sama ayah dan Farras.
Nah....kayanya segitu dulu nih serba serbi 11 bulannya jagoan kami...c u next time
Sejak Farras beberapa kali sering sekali sakit, bunda jadi harus pinter ngehibur saat sakitnya mulai dirasa, selain dengan mengusap punggung dan perutnya, bunda juga menyanyi untuk Farras. Kegiatan menyanyi ini tentu saat Farras sudah tenang, tidak rewel dan sedang dalam tahap penyembuhan.
Alhamdulillah, masih banyak ternyata lagu anak-anak yang bunda inget, meski tidak inget sekali liriknya. Ini dia beberapa lagu yang sekarang ini jadi kegiatan rutin pengantar tidur Farras atau pendamping bermain Farras.
Sim
Sim Terima Kasim
sim sim terima kasim sim
simpak daun rambutan tan
tanduk ular mati ti
tikus main di loteng teng
tengok ayam bertelur lur
lurik jalannya laju ju
jual minyak wangi ngi
ngitung duit seperak rak
rakus makanan sapi pi
pitak pala si ole le
lenong maen di kampung pung
pungut anak perawan wan
wani jago gendang dang
dangdut dangdut dangdut dangdut
Aku Seorang Kapiten
Aku seorang Kapiten
mempunyai pedang panjang
Kalau berjalan prok-prok-prok
Aku seorang kapiten
Balonku
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR!
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat
Bangun Tidur
Bangun tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis Mandi kutolong ibu
Membersihkan tempat tidurku
Bintang Kecil
Bintang kecil, di langit yang tinggi
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin, terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada
Bintang Kejora
Kupandang langit penuh bintang bertaburan
Berkelap kelip seumpama bintang berlian
Tampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku Bintang Kejora yang indah s'lalu
Bunda Piara
Bila kuingat lelah
ayah bunda
Bunda piara piara akan daku
sehingga aku besarlah
Waktuku kecil hidupku
amatlah senang
senang dipangku dipangku dipeluknya
serta dicium dicium dimanjakan
namanya kesayangan
Burung Kakaktua
Burung kakaktua
hinggap di jendela
Nenek sudah tua
giginya tinggal dua
Trek-jing ... trek-jing ...
Trek-jing tra-la-la Burung kakaktua
Cicak-cicak di Dinding
cicak-cicak di dinding
diam diam merayap
datang seekor nyamuk
hap ... lalu ditangkap
Dua Mata Saya
dua mata saya
hidung saya satu
dua kaki saya pakai sepatu baru dua telinga saya yang kiri dan kanan satu mulut
saya
tidak berhenti makan
Gelang Sipaku
Gelang
gelang sipaku gelang
gelang si rama rama
mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama
mari pulang
marilah pulang
marilah pulang
bersama-sama
Sayonara sayonara
Sampai berjumpa pulang
Sayonara sayonara
Sampai berjumpa pulang
Buat apa susah Buat apa susah
Susah itu tak ada gunanya
Ibu Kita Kartini
Penggubah: WR Supratman
ibu kita Kartini, putri sejati
putri Indonesia, harum namanya
ibu kita Kartini, pendekar bangsa
pendekar kaumnya untuk merdeka
wahai ibu kita Kartini
putri yang mulia
sungguh besar cita-citanya
bagi Indonesia
Ibu Pertiwi
kulihat ibu pertiwi
sedang bersusah hati
air matamu berlinang
mas intanmu terkenang
hutan gunung sawah lautan
simpanan kekayaan
kini ibu sedang susah
merintih dan berdoa
kulihat ibu pertiwi
kami datang berbakti
lihatlah putra-putrimu
menggembirakan ibu
ibu kami tetap cinta
putramu yang setia
menjaga harta pusaka
untuk nusa dan bangsa
Kasih Ibu
Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.
Kebunku
Lihat kebunku
penuh dengan bunga
ada yang putih,
dan ada yang merah
setiap hari
kusiram semua
mawar melati,
semuanya indah!
Kring Kring...
(1)
Kring-kring-kring ada sepeda
Sepedaku roda tiga
Kudapat dari ayah
karena rajin belajar
(2)
Tok-tok-tok ada sepatu
Sepatuku kulit lembu
Kudapat dari ibu
karena rajin membantu
Layang-layang
Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang
Bermain berlari
Bermain layang-layang
Berlari kubawa ke tanah lapang
Hatiku riang dan senang
Naik Delman
Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
naik delman istimewa ku duduk di muka
Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendarai kuda supaya baik jalannya
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak suara s'patu kuda
Naik Gunung
Naik - naik, ke puncak gunung
tinggi - tinggi sekali
Naik - naik, ke puncak gunung
tinggi - tinggi sekali
Kiri - kanan kulihat saja
banyak pohon cemara
Kiri - kanan kulihat saja
banyak pohon cemara
Naik Kereta Api
Naik kereta api ... tut ... tut ... tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung ... Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
Cepat kretaku jalan ...tut...tut...tut
Banyak penumpang turut
K'retaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun
Penumpang semua turun
Nina Bobo
Nina bobo oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk
-> sering ditambahkan:
Tidurlah sayang, adikku manis...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk
Pelangi
Pelangi pelangi
alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau
di langit yang biru
oh, ibu dan ayah, selamat pagi
kupergi sekolah sampai kan nanti
ibu dan ayah:
selamat belajar nak penuh semangat
rajinlah selalu tentu kau dapat
hormati gurumu sayangi teman
itulah tandanya kau murid budiman
Satu satu aku sayang ibu
Satu satu, aku sayang ibu!
Dua dua, juga sayang ayah!
Tiga tiga.. sayang adik kakak!
Satu-dua-tiga, sayang semuanya!
Selamat Ulang
Tahun
Selamat
Ulang tahun,
Kami ucapkan.
Selamat
Panjang umur!
Kita 'kan doakan.
Selamat
Sejahtera, sehat sentosa!!
Selamat panjang umur
dan bahagia!
Si Kancil Nakal
Si Kancil anak nakal
Suka mencuri timun
Ayo lekas ditangkap
Jangan diberi ampun
Soleram
Soleram soleram
Soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merahlah pipinya
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium marahlah pipinya
Topi Saya Bundar
Topi saya bundar.
Bundar topi saya.
Kalau tidak bundar,
bukan topi saya!
Anjing kecil
Aku punya anjing kecil
Kuberi nama Helly
Dia senang bermain-main
Sambil berlari-lari
Helly! Guk! Guk! Guk!
Kemari! Guk! Guk! Guk!
Ayo lari-lari...
Helly! Guk! Guk! Guk!
Kemari! Guk! Guk! Guk!
Ayo lari-lari
Kupu-Kupu
Kupu-kupu yang lucu
kemana engkau terbang
hilir mudik mencari
bunga-bunga yang kembang
berayun ayun
pada tangkai yang lemah
tidakkah sayapmu
merasa lelah
.............
Adik siapa itu
punya empat mata
mungkin mencari kamu
lekaslah sedia
.............
jangan buang kulit pisang sembarangan
disana t'lah ada keranjang kotoran
bila adik yang baru pandai berjalan
terinjak kulit pisang di kaki kanan
adik jatuh menangis mengerang erang
sebab salah sipembuang kulit pisang
............
Lihat ibu keretaku yang baru
cukup besar buat ayah dan ibu
roda empat buatanku sendiri
dari kulit buah jeruk bali
NAIK BECAK
saya mau tamasya
berkeliling keliling kota
hendak melihat-lihat keramaian yang ada
saya panggilkan becak
kereta tak berkuda
becak, becak, coba bawa saya
saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki
melihat dengan asyik
ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari
bagaikan tak berhenti
becak, becak, jalan hati-hati
Burung Kutilang
dipucuk pohon cempaka
burung kutilang berbunyi
bersiul, siul sepanjang hari
dengan tak jemu jemu
mengangguk angguk sambil berseru
trilili lili lilili
...........
aku hendak kepekan mau beli ikan
kumasak dengan santan untuk ayah makan
ini ikan tengiri siapa yang punya
aku hendak memberi murahkan harganya
ini uang setali jangan ikat lagi
............
hari sudah tinggi
.............
bunga didalam tamanku
merah putih kuning ungu
setiap hari ku .........
.........
NENEK MOYANGKU
nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa
angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai
...
belalai gajah panjang
bulu kucingku belang
Tuhan maha penyayang
anak-anak disayang
Bunda
Piara
Bila kuingat lelah ayah bunda
Bunda piara piara akan daku
sehingga aku besarlah
Waktuku kecil hidupku amatlah senang
senang dipangku dipangku dipeluknya
serta dicium dicium dimanjakan
namanya kesayangan
10 bulan yang berat untukku sebagai seorang Ibu menemaninya, pasti juga untuk putraku. Dari awal bulan, pengasuh yang baru saja sebulan menemani dan berkenalan dengan putraku harus pulang dikarenakan ibunya sakit. ini berimbas ke kehidupan keluargaku, aku ga punya pengasuh yang menjaga putraku saat aku sedang bekerja. Alhamdulillah aku punya seorang tetangga yang baik, yang bersedia menjaga anakku saat aku bekerja, putraku pun sudah dekat dengan beliau, walaupun putraku susah untuk bersama orang lain tapi bersama bude(panggilan ke tetanggaku) dan keluarganya ia sangat dekat dan merasa nyaman.
2 hari, aku ajak ke kantor, yang hasilnya aku tidak dapat melakukan apa-apa selain mengurus putraku karena suasana kantor sangat tidak nyaman bagi anak kecil apalagi seorang bayi. Akhirnya 4 hari aku titipkan putraku ke tetanggaku.
Karena putraku mudah sekali stres ditambah dia punya alergi, penyesuaiannya dengan pengasuh baru saja sudah membuat dia stres maka akibatnya awal bulan di usia 9 bulan lebih, putraku terkena diare.
Pertengahan bulan aku menelpon ibuku untuk menjaga anakku sementara waktu setidaknya sampai pekerjaanku dikantor yang sedang dikejar deadline selesai. Alhamdulillah saat itu ibuku bisa dan alhamdulillah jg dapat pengasuh yang bisa dibawa ke Bandung.
Sepekan berlalu, putraku harus menyesuaikan lagi dengan pengasuh barunya, meski ditemani oleh ibuku tapi tetap saja putraku stres. Ibu juga banyak tugas yang menanti di jawa akhirnya Ibu pulang karena dipikir sudah ada pengasuh.
Tak disangka, pengasuh yang ini sangat-sangat tidak sopan dan berani melawan, akhirnya aku hanya bs bersabar, aku pikir setidaknya sampai lebaran, sesudah itu aku tidak mau lagi memeakai pengasuh kurang ajar ini, pekerjaan rumah banyak yang aku selesaikan sendiri, sementara pengasuh itu bisanya cuma mengeluh dan tidur. Masya Allah.....
Akibat pengasuh yang seperti itu putraku di pertengahan bulan kena muntaber.....Robbana....apalagi cobaan yang Engkau berikan kepada keluargaku. Berilah hamba kesabaran ya Robb.
Setelah malamnya putraku beberapa kali muntah-muntah dan diarea, paginya aku dan suami langsung membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, alhamdulillah putraku tidka dehidrasi. Hasil cek fasesnya juga diare hanya dikarenakan oleh virus tanpa bakteri yang jika virus itu menyerang orang dewasa tidak membahayakan dan tidak mendyebabkan diare. Tetapi sejak lahir memang putraku punya kelemahan dipencernaannya jadi begitulah akibatnya.
Dokter spesialis anak yang menagani putraku saat itu tidak memberikan anti biotik, hanya suplemen/nutrisi pencernaan untuk menguatkan pencernaan putraku saja.
Tiga hari berlalu, diare putraku tidak menunjukkan perubahan, hanya frekunsinya saja yang sedikit berkurang. Tapi fesesnya masih cair. Akhirnya hari ketiga aku dan suami membawanya lagi ke rumah sakit yang sama. Dokter specialis anak yang kebetulan temanku akhirnya menyarankan untuk cek feses lagi. Tapi aku tidak tega untuk mengambil feses anakku secara paksa, akhirnya suamiku minta tolong dokter specialis anak temanku itu untuk mengambil feses putraku dengan menggunakan alat.
Setelah 1 jam menunggu di laboratorium cek feses putraku, akhirnya keluar hasilnya : laktosa : POSITIVE, lemak : POSITIVE yang lain-lainnya alhamdulillah : NEGATIVE. Masih tidak ditemukan bakteri, hanya virus yang tidak membahayakan.
Akhirnya suamiku meminta dokter specialis anak temenku itu untuk memberi resep obat paten, karena diare putraku sudah masuk hari ke 4. Saat itu memang dikasih anti biotik. Tapi susah sekali memberi obat ke putraku, selain memang sedang sakit, dia memang tau rasa obat yang kurang enak. Ditambah memang makannya putraku sedikit susah.
Saat pertama kali kena muntaber itu, aku langsung telpon ibuku untuk datang lagi menemani cucunya karena aku sudah terlanjur menerima tawaran mengajar dan pekan itu aku harus sudah mulai mengajar. Disamping itu aku sangat-sangat khawatir anakku diasuh oleh pengasuh yang kurang ajar itu, apalagi dirumah tidak ada siapa-siapa, sementara tetangga hanya bisa mengawasi dari jauh dan tidak setiap saat, Alhamdulillah, Ibu bisa datang lagi. Dan ternyata, baru aku tau memang pengasuh itu orangnya agak kurang waras, deuh ya Rob..... teledor sekali yaaa yang nyariin pengasuh itu. Alhamdulillahnya putraku tidak pernah ditinggal sendirian dengan pengasuh stres itu.
Tadinya setelah putraku sembuh aku akan minta ibu membawa pulang pengasuh itu, biarlah putraku sementara aku bawa ke kantor atau aku titipkan ke tetangga, daripa diasuh oleh orang yang stres dan kurang ajar. Tapi, dasar orang kurang waras, dia kabur tanpa sepengetahuanku. MasyaAllah... ada -ada aja. Untung orang tuaku tau tempat tinggalnya dikampung, akhirnya besoknya Bapakku ricek ke rumahnya apakah sudah sampai rumah apa belum. Alhamdulillah sudah sampai, jadi aku tidak punya tanggung jawab lagi terhadap pengasuh itu.
Setelah kejadian itu aku baru sadar, ternyata putraku sakit bukan karena apa-apa tetapi lebih kepada stres. Pertama ganti-ganti pengasuh, baru saja menyesuaikan dengan pengasuh baru sudah ganti lagi dengan orang lain dan pengasuh lain. Ditambah pengasuh baru orangnya tidak telaten dan teledor, lebih-lebih saat diasuh oleh pengsuh yang stres, tambah deh putraku ikut stres jadi kena deh pencernaannya.
Ya Rob, setelah kejadian-kejadian itu, hamba hanya memohon kepada-Mu, lindungilah putraku, amanah dari-Mu, seorang anak yang memang telah Engkau titipkan kepada keluarga kami. Jauhkan dari segala macam marabahaya, lindungilah dari segala macam penyakit, dan selamatkanlah dunia dan akhiratnya. Amin.
Tepat diusia 10 bulan, alhamdulillah setelah 10 hari berjuang dengan stres dan diarenya, putraku berangsur sembuh. BABnya sudah mulai bagus, nafsu makannya juga sudah mulai baik.
Karena Ibuku punya tanggung jawab di rumah, akhirnya satu-satunya pilihan adalah puntraku dititpkan ke tetangga, karena pengasuh baru belum tentu sebaik dengan tetangga. Paling tidak selama bulan ramadhan ini. Setelah lebaran mudah-mudahan putraku sudah bisa jalan, dan pekerjaanku dikantorpun tidak sesibuk sekarang. Jadi nanti putraku bisa aku ajak kekantor.
Putraku sayang... hari ini usiamu sudah 10 bulan lebih 2 hari.... Bunda selalu mendoakanmu nak.... jadi anak yang sholeh ya nak ya.... anak yang sehat selalu anak yang bisa menjadi penyejuk mata Bunda dan Ayah, berguna untuk agama dan sesama, kelak jika engkau baca tulisan Bunda ini, mudah-mudahan engkau selalu ingat, kalau ayah dan bunda sayang Faras. Cepat besar ya nak......
Karena sakit, aku tidak banyak melihat kemajuan putraku, selain mulai senang berdiri pegangan dan mulai belajar berdiri tanpa pegangan dan merangkak sangat cepat. Mudah-mudahan kesedihan dibulan kemarin tidak akan pernah terulang lagi dibulan-bulan berikutnya. Dan mudah-mudahan bulan depan banyak cerita yang indah yang bisa aku tuliskan. Amin.
Tak terasa sudah tanggal 7 lagi......, itu artinya usia anakku nambah satu bulan Alhamdulillah si ganteng dan sholehku hari ini genap berusia 9 bulan. Kalo diingat-ingat antara usia 6 sampai 9 bulan ini banyak banget yaaa perkekembangannya. Dari usia 6 bulan belajar makan, trus belajar duduk sudah itu belajar merangkak n sekarang belajar berdiri. Belum perkembangan psikologinya, wahhhh subhanallah banget deh. Bener kata orang, punya anak itu amazing banget deh
Diusia menginjak 9 bulan kemaren banyak kejadian yang bikin aku sebagai ibunya cukup miris, pusing, khawatir dan sedih. Segala macem perasaan yang ga enak campur jadi satu kaya nano-nano. Bayangin aja, hampir selama 2 pekan Farras kena diare. Dan yang lebih aku tambah miris dan ga tega setiap habis BAB yang hanya berupa cairan Farras nangis teriak-teriak, sampai pada klimaksnya hari ke-3 diare tengah malam jam 1.30 pagi aku bawa Farras ke UGD RS Umum Daerah Cibabat Cimahi. Pas sampai disana si dokter minta untuk diinfus n dirawat, kebayang deh saat dokter menyarankan untuk itu. Anak selincah Farras, meski sedang sakit Farras alhamdulillah tetep lincah loooo, harus diinfus?! Wah yang ada jg infusnya dicabut-cabut ama dia ato kl ga yang ada Farras teriak2 berontak. Ga kebayang deh pokoknya. Mungkin dokter menyarankan seperti itu karena takut Farras dehidrasi, karena sebelumnya aku cerita BABnya hampir 1,5 jam sekali. tapi meski diare Farras alhamdulillahnya lagi masih mau ko makan n minum meski sedikit, jadi aku berkeyakinan bahwa cairan yang hilang masih bs diganti dengan makan minumnya.
Disarankan seperti itu aku dan suami berunding sejenak, masalahnya kan repot bow....trus money...trus ini itu. Kemudian melihat kondisi Farras masih kuat ga lemes n ga dehidrasi jadi akhirnya diputuskan untuk ga malam itu kalopun harus dirawat, tapi dibawa pulang dl, kasih obat n kita tunggu reaksinya sehari dua hari. Kalo ga ada perubahan ato makin memburuk baru kita bawa lagi ke RS, n dokternya si OK OK aja. Ya sudah, setelah menebus obat aku bawa pulang Farras ke rumah.
Besoknya aku kasih tu obat-obatnya. Sedih siii sebenarnya karena harus mengkonsumsi antibiotik, tapi apa boleh buat. Demi kesembuhannya aku cekokin juga meski masih seperti dl susah dehhhh untuk minum obat
Empat hari berlalu n memang ada perubahan setelah minum obat. Sebelumnya kalo Farras sakit aku memang berusaha untuk tidak selau memberi obat takut jd kecanduan lagi pula kan masih bayi gitu loooo, jadi saat diare itu aku baru kasih obat setelah dibawa ke RS.
Eh knapa Farras kl habis BAB teriak-teriak? Ternyata selidik punya selidik karena disekitar anusnya lecet, mungkin pedih yaaaa... Wahhh ini gara-gara pembantuku yang seenaknya aja kl nyebokin Farras . Akhirnya aku ganti pake kapas kalo nyebokin n aku kasih betadin yang lecet itu. Sebelumnya kl nyebokin pake tisue mungkin tisue agak kasar yaaa jadi bikin lecet disamping sipembantu yang terlalu keras saat membasuhnya.
Seminggu minum obat baru deh Farras sembuh benar, karena kl diare kan tidak boleh langsung mampet, kalo langsung mampet malah bahaya, jadi secara bertahap diare Farras alhamdulillah sembuh dibantu minum obat n makan banyak.
Bener-bener deh pengalaman yang bikin stres, aku jadi merasa bersalah banget karena aku percaya aja ke pembantu soale ada 2 pembantu saat itu, pembantu lamaku yang akan pulang dan pembantu baruku yang sedang diajarin sama pembantu lamaku. E... ga taunya, ini analisaku aja yaaa+suudzonku (astagfirullah...) Farras diare karena makanan yang dibuat sendiri ga steril, ini jg aku nyuruh ke pembantu untuk bikin makanannya Farras, bubur tim. Kalo ga....emang diusia 8 bulan aku memplaning kan Farras untuk mulai makan bubur tim sebagai penggan bubur susu, mungkin pencernaan Farras diusia itu belum kuat benar menerima bubur tim jadi bisa jg kan diare sebagai reaksi ga kuatnya pencernaan dikasih makanan yang agak kasar. Ketiga karena bahan makanan bubur tim yang aku beli di warung sudah kadaluwarsa alias sudah terkontaminasi virus ato bakteri jahat sehingga meski sudah dimasak dengan baik tetep bikin diare. Wallahualam siii....
Tapi sekali lagi ini semua jadi pelajaran n pengalaman berharga buatku, sekaligus menyadarkan aku betapa aku sangat-sangat membutuhkan suamiku meski aku cukup mandiri tapi saat anak sakit kemaren tetep aja aku butuh pendamping meski suamiku ga banyak membantu tapi dengan dia disam[pingku aku sudah cukup tenang. Ahhh subhanallah Allah memang Maha Segala-galanya yaaa
Btw, ngomong-ngomong di 9 bulan ini ada kemajuan apa aja niiii dengan si gantengku...Mmmm sepertinya siii ga banyak kemjuan yang signifikan dari usia 8 bulan...cuma kl diusia 8 bulan kemaren masih takut-takut n pelan-pelan sekarang diusia genap 9 bulan ini sudah cukup mahir n tambah lincah. Misal dalam hal meangkak, wow.... cepet banget bow trus berdiri pegangan jg dah pinter kadang-kadang pengan cuma satu tangan n bisa sekalian muter badan oyah mungkin tambahannya bs naik turun kasur dengan cepat tanpa jatuh lagi trus dalam hal acak-acak ato main-main wahhh sudah deh jadi kl diingat-ingat lucu...siganteng sholehku yang acak-acak si bunda, si ayah n pengasuhnya yang beresin.
Kalo secara spikologinya siii udah pinter banget, yang jelas ga mau la yaw ikut/digendong sm orang yang belum dia kenal. Trus kalo aku, bundanya pulang dr kantor ato keluar rumah n Farrasnya ga diajak seperti yang kangen...banget pengen langsung digendong sama aku n ga sabar jd kalo dah ngeliat aku aku harus langusng gendong, kl ga mmmmm sedih banget deh nangisnya
Dah cepet bosen dengan satu hal mainan, jadi harus siap sedia mainan banyak, tapi alhamdulillahnya ga susah ko nyariin mainan untuk Farras, kardus gede kosong aja bs dijadiin mainan sm Farras
OK segitu dl yaaa ceritanya, bundanya harus presentasi nii hari ini, minta doa aja ya kesemua pembaca budiman untuk kesehatan dan keberkahan anak dan keluarga kami. Amin. Nti insyaAllah disambung lagi. C u......
Barokallah untuk keluargaku (aku, suami dan anakku yang pertama) di hari ulang tahun pernikahan kami yang kedua ini hamba tersungkur sujud pada-Mu ya Robb
Ya Robb hamba mohonkan kepadaMu keberkahan dalam rumah tangga, kami mohonkan Engkau mengekalkan pemberian Engkau atas kami, mudah-mudahan Engkau mengumpulkan rumah tangga kami dalam kebaikan, ya Robb jadikan keluarga kami kelurga yang terpelihara jadikan anak dan keturunan kami menjadi penyejuk mata kami luaskan rizki kami, mudahkan urusan kami selamatkan kami dunia dan akhirat jadikan kami kembali kepadaMu dalam keadaan khusnul khotimah Ya Robb Engkau Maha Segala-galanya Engkau mengetahui apa kebutuhan kami Engkau pula yang mengetahui apa yang terbaik untuk kami ya Robb perkenankanlah doa kami Amin
Subhanallah…..sudah 8 bulan lagi……Wahhh senangnya…anakku makin besar. Dari hari ke hari ada aja yg bisa diamati…n selalu aja ada yg bisa diceritakan. Hari ini Farras genap 8 bulan…..dan tepat di hari ini pula Farras memulai makan bubur tim…bukan bubur susu lagi. Tapi…meski bukan bubur susu lagi, n rasanya lebih kasar dibanding bubur susu, Farras pinter loo makannya…senang deh liatnya. Alhamdulillah....
Tapi…..(ihh ada tapinya, biasanya ga enak nih kl pake tapi), iyaaa tapi… di tepat 8 bulan ini Farras harus mulai belajar dengan calon pengasuh barunya…karena pengasuh lamanya dah mo pulang. Dan ternyata Farras stres dengan pengasuh baru…mungkin tepatnya dengan orang yang belum dekat dengan dia. Wal hasil yang ada tangisan dan tangisan yang bikin aku sebagai ibunya jadi miris hati. Tapi mau ga mau Farras harus belajar dengan pengasuh baru karena kalo ga sama pengasuh berarti sama aku sebagai ibunya, tapi…(deuh…tulisan ini banyak tapinya) aku lagi banyak kerjaan yang ga bisa aku tinggalkan, jadi Farras mau ga mau masih harus dengan pengasuh, yaaa paling tidak sampai lebaran besok. Deuh...maafin bunda ya nak....
Sebenarnya kalo dipikir siii dengan tidak pake pengasuh bisa aja Farras sama aku, dibawa ke kantor. Tapi..ga enak sama yang lain (temen-temen staf dan karyawan lain)…disamping itu keadaan kantor mayan kotor, kayanya kurang bagus untuk Farras. Padahal dengan tidak ada pengasuh pengeluaran bulanan bisa ditekan sampai 400rb karena gaji pengasuh kan 400rb. Tapi kita liat nti deh, gmn kerja si pengasuh baru itu. Aku bakal kasih waktu sampai 2 pekan ini, sepekan bersama pengasuh lama dan sepekan sendiri setelah ditinggal pengasuh lama. Soalnya pas kemaren diliat2 teh belum apa2 dah make uang aku meski itu kembalian, tapi gimanapun bagi aku itu sudah menunjukan ketidak baikkan sebuah perilaku. Dan sepertinya suka jajan. Wahhh gimana dengan Farras nti kalo pengasuhnya aja suka jajan. Repot deh
Meski ada perilaku yang bagiku ga baik, ada juga sisi baiknya. Pertama ga pernah ninggalin sholat (kalo diliat siii ga tau ya bener tidaknya), ga kaya pengasuh lamanya yang belang betong kl sholat, trus ga suka main beda sama pengasuh lamanya. Aku hanya bisa berdoa mudah-mudahan ini pengasuh terbaik untuk anakku sementara ini. Amin.
Balik lagi ke tema utama kali ini "Farras 8 bulan", wahhh apa aja nii yang bisa diceritakan..yuk kita liat satu-satu :
1. Mulai makan bubur tim. Secara kan gigi Farras dah mulai numbuh subur jadi untuk melatih dan merangsang pertumbuhan gigi harus dikasih makanan yang lebih kasar yaitu bubur tim. Untuk beberapa hari ini aku coba dengan menu : hati ayam dan bayam. Besok-besok aku akan coba menu yang lain. Tapi karena dipegang sama pengasuh baru yang mengakibatkan Farras mayan stres, berpengaruh ke selera makannya, ga sebanyak kalo disuapin oleh pengasuh lama....wah wah wah gimana nti kalo pengasuh lama pulang donk nak....Cayo...semangat ya nak makannya biar cepet besar.....
2. Merangkak lebih lincah . Kalo bulan kemaren merangkaknya masih malu-malu, di 8 bulan sekarang dah mulai lincah. Apalagi kalo sedang bercanda sama ayahnya bisa sampai lari merangkak .
3. Berdiri dengan dua kaki berpegangan tangan. Alhamdulillah sudah mulai berdiri, meski kalo ngeliatin Farras berdiri serem karena takut jatuh, Farras kan berdirinya belum seimbang dan belum kuat jadi meski dipegangi kalo udah ancang-ancang mau berdiri.
4. Takut dengan baby walker. Nah...kalo ini belum bisa komentar, soale ada yang bilang pake baby walker ga bagus karena kalo dibanding manfaatnya lebih banyak bahayanya. Jadi dengan respon Farras yang takut kalo dinaikkan ke baby walker, aku cuma bisa bilang mungkin ini yang terbaik untuk Farras. Bahwa Farras ingin tumbuh secara alami tanpa baby walker, termasuk belajar berjalan. Jadi aku naikin ke baby walker jarang banget disamping itu Farras bener-bener takut kalo dinaikkin ke baby walker jadi akunya yang harus megangin.
5. Kebiasan yang belum hilang-->> Masih suka memasukkan benda yang dipegang ke dalam mulutnya....ga tau knapa niii.....masih belum sembuh juga kebiasaan ini. Jadi deh bulan kemaren selama 10 hari kena sariawan.
6. Sudah mulai tau siapa ibunya iya donk ahhhh ibunya dulu, sebenarnya intinya sudah mulai kenal sama orang-orang deketnya, buktinya dengan ada pengasuh baru ia bener-bener ga mau sama pengasuh baru, trus saat aku pulang dia begitu senang seperti menemukan tempat perlindungan sejatinya Deuhhh anakku sayang, ada baiknya siiii jadi kan ga mau tuu kalo dibawa sembarang orang apalagi orang yang tidak ia kenal
Apalagi yaaa yang terditeksi baru itu.... ah mudah-mudahan Farrasku sayang makin cepet besar dan sehat selalu yang jelas jadi anak sholeh penyejuk mata kami ortunya. Amin.....
Hari Jumat pekan lalu jam makan siang, seperti biasa saya pulang untuk memberi ASI ke Farras. Pas sampai rumah heran kok Farras dipakein kaos kaki sama si Mbaknya. Padahal kalo siang-siang jarang dipakein kaos kaki, pake celana berkaos kaki juga jarang banget karena kan cuacanya kalo siang cukup hangat.
Saya udah curiga, wah jangan-jangan........ langsung saya pegang dahi Farras, tak seberapa panas, tapi anget. Ayahnya juga yang waktu itu bisa istirahat dan pulang ke rumah ikutan periksa suhu badan Farras. Ternyata pas ditermometer sampai 37,6C. Masih rada-rada cuek. Farras juga masih aktif, cuma pas ke dapur ngeliat mangkuk bekas makan Farras, ternyata masih ada sisa, padahal saya jarang banget ngeliat sisa makan Farras. Artinya Farras kalau makans elalu habis. Wah, sudah mulai panik nih. Akhirnya ngasih obat turun panas deh ke Farras. Tapi masih seperti yang dulu, masih pinter merasakan pahitnya obat, akhirnya obat yang dimasukan ke mulutnya dimuntahkan semua beserta makanan yang sudah masuk deuhhhhhh kok gitu si nak.......tapi karena kasihan saya tidak memberi obat lagi. Dan sempet tidur sore. Sorenya pas diukur panas badannya masih anget. Rutinitas mandi tetap dilakukan karena saya pikir masih anget aja, jadi tidak apa-apa kalo tetap dimandikan.
Habis mandiin Farras seperti biasa tetap pergi ke kantor lagi untuk absen pulang. Pulang dari kantor panasnya tambah naik. Wahhhhh tambah panik n merasa bersalah donk......aduhhhh knapa tadi tetap dimandiin.........mana Farras ga bisa minum obat. Akhirnya telpon Mbak di Purwokerto tanya obat n harus gimana. Mbak ngasih saran, kasih obatnya campur madu aja biar tidak terlalu terasa pahitnya.
Malemnya dicoba minum obat pake madu. Tapi tetep dimuntahin . Deuhhhh gimana ini? Telpon ke kantor ayah, untuk cepet pulang takutnya panasnya ga mau turun n kalo-kalo harus ke dokter. Sedangkan dokter terdekat jam prakteknya cuma sampai jam 7 malem.
Pas ayah pulang alhamdulillah panasnya sudah agak turun. Alhamdulillah Sabtu-Minggu libur jadi bisa jagain our little boy. Sabtu pagi masih anget, diberi minum obat penurun panas pake madu sedikit. Tidak ada acara mandi dihari Sabtu pagi. Siang masih anget malah sampai 38.5C. Wahhhhh knapa ini? Eeeee sorenya dah turun n normal lagi. Alhamdulillah.......malemnya ditermometer lagi dah 36,7. Alhamdulillah.......Minggu alhamdulillah dah normal. Alhamdulillah ya Robb...esokkan saya harus masuk kerja lagi jadi bisa tenang karena minggu sudah baikkan.
Senin pagi pas dimandiin keliatan merah-merah disekitar perut n punggung. Ya Allah...knapa lagi anakku......pas sampai kantor langsung tanya paman google demam diserti ruam/bintik merah. Ternyata....thanks God, itu yang disebut Roseola Infantum/Eksantema Subitum.
Roseola ini secara kasat mata
mirip-mirip Campak. Penyebabnya virus, ga menular dan ga gatal juga. Bedanya
sama Campak, kalo Roseola ini rash-nya muncul waktu panasnya sudah turun
sekitar 12-24 jam. Obatnya ya sesuai sympthom aja. Kalo demam dan
rewel, cukup dikasih paracetamol. Selebihnya makan makanan bergizi
untuk memperkuat daya tahan tubuh. Biasanya rash ini akan hilang
sendiri dalam waktu 3-4 hari. Rash-Farras sendiri sekarang sudah mulai
menghilang. Mudah-mudahan beberapa hari kedepan
sudah bersih dari rash-rash ini.
Begitulah cerita Farras berkawan dengan roseola infantum. Mudah-mudahan jangan mampir lagi ya ke tubuh Farras...Sedikit tentang Roseola Infantum/Eksantema Subitum saya copypastekan dari sebuah situs :
Demam timbul secara tiba-tiba, mencapai 39,4-40,6°
Celsius dan berlangsung selama 3-5 hari. Meskipun demam tinggi, tetapi
anak tetap sadar dan aktif.
Pada saat suhu tubuh mulai tinggi, 5-10% penderita mengalami kejang demam (kejang akibat demam tinggi).
Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di belakang kepala, leher sebelah samping dan di belakang telinga.
Limpa juga agak membesar.
Pada hari keempat, demam biasanya mulai turun.
Sekitar 30% anak memiliki ruam (kemerahan di kulit), yang mendatar
maupun menonjol, terutama di dada dan perut dan kadang menyebar ke
wajah, lengan dan tungkai.
Ruam ini tidak menimbulkan rasa gatal dan berlangsung selama beberapa jam sampai 2 hari.
Untuk menurunkan demam, bisa diberikan asetaminofen. Kepada anak-anak tidak boleh diberikan aspirin karena bisa menyebabkan sindroma Reye.
Sebaiknya anak dikompres dengan menggunakan handuk atau lap yang telah
dibasahi dengan air hangat (suam-suam kuku). Jangan menggunakan es
batu, air dingin, alkohol maupun kipas angin.
Usahakan agar anak minum banyak air putih atau potongan-potongan es batu, larutan elektrolit atau kaldu.
Selama demam, sebaiknya anak menjalani tirah baring.